Ada sebuah sepeda kuno yang baru-baru ini menambah salah koleksi benda mengandung nilai dan sejarah di YAKKUM. Sepeda itu adalah pemberian Mbah Ma, ia seorang Pandhita bernama Paulus Pudjaprijatma dari Gereja Jawa di Purwodadi-Grobogan.
Dari tampilannya sepeda itu memang terlihat usang dan dekil. Seolah memanggil manja untuk diremajakan. Iya betul, sepeda ini memang memanggil YAKKUM untuk melanjutkan dalam merawatnya dihari-hari ke dapan.
Tetapi ada yang lebih dari itu semua. Makna dibalik sebuah sepeda kuno yang diserahkan ke YAKKUM dengan cara di-kendarai sendiri oleh pemiliknya, seorang Embah Kakung (sebutan kakek dalam bahasa Jawa) berusia 71 tahun. Meski jarak dari Purwodadi-Grobogan menuju ke Tohudan-Karanganyar tergolong jauh, apalagi untuk seseorang yang berusia 71 tahun. Semangat Mbah Ma tak surut. Senin 28 Agustus 2023 jadi saksi dari niat kuat Mbah Ma.
Demikian arti dibalik sepeda Philips milik Mbah Ma yang dikendarai sendiri dari Purwodadi Grobogan sampai Tohudan Karanganyar. Bagi YAKKUM sepeda Philips tersebut seperti estafet kerendahatian dalam meneladani Yesus Sang Guru. Khususnya kerendahan hati dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi semua orang (umum). Seperti yang dilakukan sendiri oleh Tuhan Yesus bersama para muridnya 2000 tahun lalu.
Pelayanan kesehatan bagi semua atau disebut healing ministry YAKKUM, menjadi perwujudan kasih pada sesama yang berada dalam kesunyian dan derita.