Workshop Feasibility Study
![]()
![]()
Tak terasa sudah empat tahun platform “bijisesawi” diluncurkan oleh YAKKUM (20/11/20). bijisesawi dilahirkan untuk menjadi galang dana publik pilihan warga YAKKUM dan gereja-gereja sebagai mewujudkan aksi iman untuk berdiakonia bagi sesama. Bijisesawi juga terbuka bagi masyarakat luas yang ingin berbagi dalam upaya mendukung pelayanan bagi kelompok rentan.
Bantuan dari bijisesawi tidak memandang agama, suku, kelompok tertentu. Bentuk bantuan Bijisesawi berupa:
Jumlah penerima bantuan masih terus bertambah seiring Program 1000 Kaki Palsu yang berlangsung hingga tahun 2025. Sejauh ini terdapat 210 orang pendaftar dan 44 diantaranya sudah mendapatkan kaki palsu.
Mari bergabung dalam gerakan Bijisesawi dengan menjadi Sobat Kelayan. Kehadiran kita ikut mendukung pemberdayaan bagi sesama yang membutuhkan.
bijisesawi dapat ditemukan diseluruh Rumah Sakit YAKKUM, unit-unit Kemanusiaan, dan di STIKES YAKKUM.
Nomor Kontak: 0811-2657-785
Instagram: bijisesawi_yakkum.
#givetogrow #growtogive
Memenuhi undangan PGI untuk menghadiri sidang Raya PGI ke-XVIII 2024 di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, YAKKUM berpartisipasi dengan membagikan berbagai karya nyata yang telah dilakukan bersama gereja-gereja di Indonesia, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan, diantaranya adalah:
YAKKUM percaya bahwa gereja adalah salah satu aktor kunci untuk melestarikan layanan kesehatan inklusi disabilitas yang dijalankan oleh rumah sakit-rumah sakit YAKKUM. Oleh karena itu gereja yang ramah disabilitas menjadi salah satu perhatian yang dikerjakan YAKKUM Bersama lebih dari 30 gereja lokal dan 11 sinode yang dilatih dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini.
Bahkan PGI meminta YAKKUM menjadi menjadi tuan dan nyonya rumah konsultasi nasional gereja ramah disabilitas di paruh 2024, dimana lebih dari 30 sinode dan lembaga Kristen yang hadir dalam acara tersebut sepakat untuk menyerukan perhatian gereja-gereja di Indonesia pada pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas dan pelibatan bermakna mereka dalam hidup bergereja dan bermasyarakat. Bahkan sepanjang Bulan Oktober 2024, hal ini menjadi tema bulan keluarga di Sinode GKI SW Jateng dan Sinode GKJ.
YAKKUM juga mengajak semua gereja dan masyarakat di Indonesia mendukung gerakan 1000 kaki palsu untuk mereka yang membutuhkan lewat platform Bijisesawi YAKKUM.
Selama 5 tahun belakangan ini, YAKKUM bersama lebih dari 70 gereja lokal menggumuli isu dan mendorong gereja-gereja Indonesia menjadi tangguh dalam mengelola risiko bencana melalui berbagai pelatihan, workshop dan kampanye. Menggandeng berbagai jaringan dan mitra nasional dan internasional, model-model ketangguhan gereja ini telah menjadi inspirasi bahkan ditampilkan dalam global platform for disaster risk reduction saat Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah di Bali.
YAKKUM percaya gereja adalah salah satu aktor kunci yang dapat memastikan upaya-upaya ketangguhan bencana lestari di masyarakat.
Diawali dengan program pencegahan HIV /AIDS, YAKKUM memperluas perhatian terhadap isu marjinal dengan mensosialisasikan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak karena ini juga rentan terjadi di gereja; Bersama jaringan dan mitra, YAKKUM telah melatih sekitar 20 gereja lokal untuk terlibat dalam upaya ini.
Selain itu YAKKUM juga mempromosikan Pendidikan dan pelatihan caregiver karena ini merupakan kebutuhan yang semakin meningkat di Indonesia seiring dengan semakin tingginya populasi lansia. Peluang beasiswa untuk mengikuti Pendidikan caregiver ini di STIKES Bethesda YAKKUM ditawarkan pada gereja-gereja sebagai salah satu Upaya meningkatkan SDM di bidang kesehatan.
Harapannya, hal-hal yang dibagikan oleh YAKKUM dapat menginspirasi dan menjadi perhatian dari 104 Sinode peserta persidangan raya PGI ke-XVIII 8-13 November 2024 dan ke depan dibawa menjadi rencana program strategis di majelis baru yang akan terpilih nantinya.
![]()
![]()
Bulan Oktober 2024 menjadi momentum bersejarah bagi Unit Akademik YAKKUM. Tepatnya hari Rabu 23 Oktober, STIKES Ngesti Waluyo YAKKUM di Parakan dan STIKES Panti Wilasa YAKKUM di Semarang disatukan dengan STIKES Bethesda YAKKUM di Yogyakarta sebagai kampus utama.
Program studi (Prodi) yang ada di kampus utama STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta antara lain S1 Keperawatan, S1 Fisioterapi, D3 Keperawatan, dan Profesi Ners.
Sedangkan prodi di luar kampus utama (PSDKU) STIKES Bethesda YAKKUM di Parakan adalah D3 Keperawaatan. Prodi S1 Administrasi RS dan D3 Kebidanan dilaksanakan di STIKES Bethesda YAKKKUM di Semarang.
Dalam seremonial penyatuan STIKES YAKKUM menjadi STIKES Bethesda YAKKUM di Yogyakarta 23 Oktober 2024, melalui renungan pembuka, Pdt. Fredo selaku Pendeta YAKKUM menekankan pentingnya menjaga kemurnian motivasi dalam menjalankan tugas yang diberikan Gereja. Khususnya dalam menjalan keputusan untuk menyatukan tiga lembaga lembaga pendidikan dan menjalankan misi STIKES Bethesda YAKKUM di Yogyakarta.
Sebagai lembaga yang didirikan oleh gereja, STIKES YAKKUM memiliki jalur yang tegas. mempunyai akar yang jelas, yaitu didirikan untuk melakukan pelayanan bagi nama Tuhan. Sperti yang diketahui bersama, jalannya tidak mudah jalannya tidak akan mulus. Mungkin terjal, mungkin itu bebatuan, mungkin itu harus manjat-manjat tapi ketika itu (baca proses penyatuan STIKES) adalah panggilan dari Tuhan, mari kita berkaca siapkah kita? maukah kita menjernihkah motivasi kita?
Ditengah suasana yang sangat khusus, terjadinya banyak perubahan yang pasti ada ketika kita dipimpin oleh dua generasi yang berbeda. Menandakan bahwa sebagai sebuah lembaga pun akan siap dengan berbagai macam perubahan yang dengan keras akan dilakukan seperti halnya inovasi. Termasuk seperti yang sekarang terjadi sehubungan dengan penyatuan ketiga Stikes kita menjadi satu.
Sejalan dengan semboyan gereja Reformasi, “Ecclesia Reformata Semper Reformanda Est,” justru perubahanlah yang akan membuat semakin berkembang. Tentu dengan memandang misi Allah dan mengembannya sebagai misi lembaga yaitu keberpihakan dan mensejahterakan mahasiswa menyiapkan mereka menjadi kader yang baik.
Hal ini sejalan dengan uraian Pdt. Fredo, mengenai bagaimana visi Kerajaan Sorga dinyatakan melalui perbuatan untuk menolong yang kecil, tertindas, yang hak-haknya di lingkungan sosial tidak lagi diperhitungkan.